
Bengkulu, Mimbarline.com-Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan kunjungan lapangan ke kawasan auning milik pemerintah di Jalan Bencoolen Street, Kelurahan Tengah Padang, yang saat ini ditempati oleh belasan keluarga dan direncanakan akan dikosongkan dalam waktu dekat.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas laporan dan keresahan warga yang selama ini menempati auning tersebut, tidak hanya sebagai tempat usaha, namun juga sebagai tempat tinggal. Rencana pengosongan auning memunculkan kekhawatiran bagi warga yang mengaku tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain.

Ujang, salah satu warga yang menempati auning, mengungkapkan bahwa pihak kelurahan telah menyampaikan pemberitahuan agar auning segera dikosongkan. Namun kondisi tersebut membuat warga berada dalam posisi sulit.
“Kami sudah diberitahu dari pihak kelurahan untuk mengosongkan auning ini. Tapi kami bingung, karena tempat ini bukan hanya untuk berdagang, tapi juga menjadi tempat tinggal kami. Sekarang kami tidak punya tempat lain,” ujar Ujang dengan nada harap.

Ia pun memohon agar pemerintah dapat memberikan solusi yang manusiawi bagi warga yang terdampak kebijakan tersebut. “Kami mohon ada jalan keluar dari pemerintah, karena saat ini kami benar-benar tidak punya tempat tinggal,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, menegaskan bahwa penataan aset daerah memang penting dilakukan, namun tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Penataan aset daerah itu penting, tetapi jangan sampai mengabaikan aspek kemanusiaannya. Mereka ini adik sanak kito, warga negara Indonesia juga. Sudah seharusnya kita mencari solusi terbaik,” tegas Rodi.
Menurutnya, kebijakan pemerintah harus dijalankan dengan pendekatan yang berimbang antara aturan dan rasa kemanusiaan. Ia memastikan Komisi II DPRD Kota Bengkulu akan segera menggelar hearing dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mencari solusi konkret.
“Kami dari Komisi II akan secepatnya melakukan hearing dengan stakeholder terkait. Sebagai anggota dewan, saya akan memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah harus berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang adil dan manusiawi, sehingga penataan kota dapat berjalan tanpa mengorbankan hak dan kehidupan masyarakat kecil. (.cwt)



Leave a Reply